Panduan RTSP dan Kamera IP
Pelajari cara menghubungkan kamera RTSP, player web, streaming node, dan embed website.
16 panduan pada kategori Codec & Kualitas.
Codec & Kualitas
GOP, keyframe/I-frame dan pengaruhnya pada RTSP
Interval keyframe mempengaruhi waktu mulai, pemulihan setelah packet loss, dan efisiensi bitrate.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Memilih FPS kamera untuk live web
10–15 FPS sering cukup untuk CCTV umum dan dapat menghemat bandwidth dibanding 25/30 FPS.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
CBR vs VBR untuk stream RTSP
Pilih bitrate konstan atau variabel sesuai kapasitas uplink dan karakter scene.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
H.264 Baseline, Main, High dan B-frame untuk browser
Profile dan B-frame mempengaruhi efisiensi serta kompatibilitas WebRTC.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
H.264+/H.265+ atau Smart Codec: kapan sebaiknya dimatikan
Fitur smart codec vendor dapat menghemat storage tetapi kadang mengurangi interoperabilitas dengan client pihak ketiga.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
MJPEG vs H.264 untuk RTSP
MJPEG sederhana tetapi boros bandwidth; H.264 lebih efisien untuk live CCTV.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
AAC, G.711 dan Opus: audio RTSP sampai browser
Codec audio kamera tidak selalu cocok langsung dengan WebRTC browser.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Resolusi dan aspect ratio untuk player RTSP
Pilih 16:9/4:3 sesuai sensor dan hindari stretching pada iframe.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Kenapa bitrate dan artefak naik saat malam hari
Noise sensor pada kondisi gelap membuat encoder bekerja lebih keras dan VBR dapat melonjak.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
SPS, PPS dan IDR pada H.264 RTSP
Kenali data parameter H.264 yang dibutuhkan decoder agar player dapat mulai menampilkan gambar.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Black screen karena SPS/PPS atau parameter H.264 tidak tersedia
Koneksi RTSP bisa sukses tetapi decoder belum mendapat parameter yang diperlukan untuk mulai decode.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
PTS/DTS discontinuity pada restream CCTV
Timestamp yang meloncat dapat memicu audio drift, frame drop, atau muxer error saat restream/transcode.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Constant vs variable frame rate pada stream kamera
FPS yang berubah-ubah dapat memengaruhi analitik waktu, transcoding, dan sinkronisasi.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Interlaced video dari DVR analog: kapan perlu deinterlace
DVR analog tertentu menghasilkan field interlaced yang terlihat bergaris saat objek bergerak.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Mengapa bitrate melonjak saat keyframe/IDR
Keyframe berisi gambar referensi lebih lengkap dan biasanya lebih besar daripada P-frame.
Baca panduan →
Codec & Kualitas
Sample rate dan channel audio CCTV untuk browser
Audio stereo/codec eksotis tidak selalu memberi manfaat pada CCTV dan dapat memperumit kompatibilitas.
Baca panduan →